Kamis, 12 Juni 2014
Adachi akan hadir dalam game Persona 4 The Ultimax Ultrasuplex Hold
Bagaimana jadinya jika seorang antagonis dijadikan playable character? itulah yang diumumkan Atlus minggu lalu, dimana mereka mengatakan Adachi akan kembali dalam franchise Persona, Adachi akan tersedia sebagai DLC Playable Charcter untuk game Playstation 3 Persona 4 The Ultimax Ultrasuplex Hold yang mana game ini merupakan sekuel dari game Persona 4 Ultimate in Mayonaka Arena/Persona 4 Arena,
Cara Mengkonfigurasi TCP/IP Pada Linux...
Konfigurasi protokol TCP/IP terdiri atas beberapa elemen yang harus dikonfigurasi dengan benar.Konfigurasi TCP/IP akan menjadi dasar bagi konfigurasi bagi aplikasi lain yang memanfaatkan jaringan Linux.Apabila ada kesalahan dalam konfigurasi TCP/IP maka aplikasi lain yang menggunakan TCP/IP tidak akan bisa dijalankan dengan benar.
Jadi, sebelum Anda mengeset Ubuntu Anda untuk melakukan pengelolaan jaringan lanjutan, Anda perlu terlebih dahulu mengeset konfigurasi TCP/IP dengan benar.
PENGENALAN TCP/IP
Transmission Control Protocol and Internet Protocol atau disingkat TCP/IP adalah sebuah standar yang dikembangkan di akhir tahun 1970 oleh Devence Advanced Research Projects Agency(DARPA) sebagai media yang di gunakan untuk komunikasi antara barbagai jenis komputer yang menggunakan tipe-tipe yang berbeda yang tergabung dalam jaringan komputer.
Singkatnya, TCP/IP merupakan sebuah protokol yang digunakan untuk komunikasi data di komputer.Dengan menggunakan protocol ini, semua piranti maupun komputer dapat saling berbicara satu dengan lainnya.
TCP/IP merupakan bahasa yang digunakan di jaringan internet karena itu TCP/IP merupakan protokol yang paling terkenal di dunia.TCP/IP terdiri atas 2 komponen utama.Kedua komponen tersebut berhubungan dengan aspek-aspek yang berbeda di jaringan komputer.Bagian Internet Protokol (IP) merupakan koneksi yang connectionless yang bertujuan me-routing paket network menggunakan datagram IP sebagai unit pokok dari informasi jaringan.Datagram IP terdiri atas sebuah header yang diikuti dengan sebuah pesan tertentu.
A dapun Transmission Control Protocol (TCP) memungkinkan host jaringan untuk membuat koneksi yang dapat digunakan sebagai sarana untuk bertukar data.TCP memastikan bahwa data akan bisa sampai di tujuan dengan urutan yang sama seperti ketika menyimpannya.
Beberapa elemen konfigurasi umum TCP/IP dan tujuannya adalah sebagai berikut:
1. IP address: IP address atau disebut sebagai Alamat IP merupakan sebuah string unik yang dituliskan dalam angka desimal yang dibagi dalam empat segmen.Tiap-tiap segmen bisa ditulis angka yang terdiri atas 0 hingga 255.Tiap-tiap segmen tersebut merepresentasikan 8 bit dari alamat yang memiliki panjang 32 bit untuk keseluruhannya.Format ini disebut sebagai dotted quad notation.
1. IP address: IP address atau disebut sebagai Alamat IP merupakan sebuah string unik yang dituliskan dalam angka desimal yang dibagi dalam empat segmen.Tiap-tiap segmen bisa ditulis angka yang terdiri atas 0 hingga 255.Tiap-tiap segmen tersebut merepresentasikan 8 bit dari alamat yang memiliki panjang 32 bit untuk keseluruhannya.Format ini disebut sebagai dotted quad notation.
2. Netmask: Subnet Mask (biasa disingkat netmask) adalah tanda yang fingsinya membagi porsi dan alamat IP yang menunjukkan network dan porsi dari alamat IP yang menunjukkan subnetwork. Misalnya, untuk kategori alamat IP kelas C, netmask standar adalah 255.255.255.0.Netmask tersebut berguna untuk masking 3 byte pertama dari alamat IP sementara byte terakhirnya disediakan untuk penentuan host di subnetwork.
3. Network Address: Network address merepresentasikan porsi jaringan dari alamat IP.Misalnya host 12.128.1.2 di jaringan kelas A memiliki network address 12.0.0.0. Host jaringan yang menggunakan Ip pribadi seperti 192.168.1.100 akan menggunakan Network Address 192.168.1.0. Network address tersebut menjelaskan bahwa jaringan termasuk di bagian kelas C 192.168.1 network.
4. Broadcast Address: Broadcast Address merupakan alamat IP yang memungkinkan data jaringan dikirimkan secara simultan kesemua host di subnetwork.Broadcast Adress standar untuk jaringan IP adalah 255.255.255.255.Namun alamat broadcast ini tidak bisa digunakan untuk mem-broadcast pesan kesemua host di internet karena adanya blok oleh router.Alamat broadcast biasanya di set untuk subnetwork tertentu saja, semisal alamat IP 192.168.1.0 akan memiliki alamat broadcast 192.168.1.255. Pesan Broadcast biasanya dibuat oleh protokol jaringan seperti Address Resolution Protocol (ARP) dan Routing Information Protocol (RIP).
5. Gateway Address: Gateway Address adalah alamat IP yang harus dilewati oleh semua komputer dijaringan ingin berkomunikasi dengan jaringan lain. Jika sebuah host dijaringan ingin berkomunikasi dengan host di jaringan lain maka perlu adanya network gateway. Dalam banyak kasus, Gateway address akan menjadi router di jaringan yang sama yang akan mengalokasikan traffic ke jaringan atas host lain (seperti internet).
6. Nameserver Address: Nameserver Address menunjukkan IP Address dari Domain Name Server (DNS) yang bertujuan menerjemahlan nama hostname ke alamat IP. Ada tiga lapis nemeserver, yakni Primary Nameserver, Secondary Nameserver, dan Tertary Nameserver. Agar sistem anda mampu resolve hostname dan menerjemahkannya menjadi IP Address. Anda harus menentukan nameserver yang valid.
IP Address, Netmask, Network Address, Broadcast Address, dan Gateway Address biasanya dispesifikasikan di file /etc/network/interfaces. Nameserver Address juga dipengaruhi oleh directori nameserver di file /etc/resolv.conf.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat mmelihat informasi manual mengenai interfaces dan resolv.conf dengan mengetikkan:
man interfaces
man resolv.conf
IP ROUTING
IP rouring merupakan kegiatan menentukanpath dijaringan TCP/IP di mana data akan dikirim. Kegiatan routing menggunakan kabel routing untuk mengarahkan forwarding dari jaringan sehingga data bisa dikirim dari sumber ketujuannya. Ada 2 jenis bentuk IP routing: Static Routing dan Dynamic Routing.
Static routing berfungsi menambahkanrute IP ke table routing dari sistem dengan cara memanipulasi tabel routing menggunakan command route.Routing statis memiliki keuntungan dibandingkan routing dinamis, seperti implementasi lebih sederhana di jaringan skala kecil, dan lebih terprediksi.Namun static routing juga memiliki kekurangan misal hanya cocok untuk jaringan ukuran kecil dan sulit untuk diperbesar.
Dynamic routing di pihak lain cocok dipakai di jaringan besar dengan rute Ip yang banyak. Dynamic routing biasanya menggunakan protocol routing khusus seperti Router Information Protocol (RIP), protocol ini bisa meng-handel penyesuaian otomatis yang memungkinkan routing dinamis dilakukan.Dynamic routing memiliki beberapa keuntungan dibandingkan static routing, seperti skalabilitas yang lebih tinggi dan kemampuan adaptasi kegagalan yang lebih besar.
Konfigurasi TCP/IP
TCP/IP merupakan protokol yang didukung oleh Ubuntu dan semua distro Linux secara default. Makanya Anda tidak perlu menginstall apapun mengingat dukungan terhadap jaringan TCP/IP langsung ada sejak Anda menginstall distro Linux Anda.
KONFIGURASI MELALUI TERMINAL
konfigurasi paling cepat dan ringkas untuk TCP/IP adalah melalui terminal. Bahkan tidak hanya pada konfigurasi TCP/IP. Konfigurasi untuk semua atribut jaringan di Linux (termasuk Ubuntu) adalah melalui terminal. Pada hakikatnya, mengkonfigurasi TCP/IP di Ubuntu adalah mengedit file /etc/network/interfaces. Di dalam file inilah terdapat atribut TCP/IP komputer anda. Bagi Anda yang biasa menggunakan sistem operasi Windows tentu bingung mengingat file ini tidak memiliki ekstensi. txt atau info yang biasanya ada di Windows.
File tersebut hanya bernama interfaces tanpa memiliki ekstensi, tapi apabila Anda buka menggunakan software editor, seperti GEDIT atau VI atau PICO, maka Anda bisa melihat teks-teks di dalamnya. Teks itulah yang akan Anda edit untuk mendapatkan. Sebagai contoh untuk mengkonfigurasikan ethernet bernama eth0 maka Anda perlu membuka file tersebut dan mengedit bagian yang terlihat seperti berikut ini:
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.10
network 192.168.0.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.0.255
gateway 192.168.0.1
Selain dengan mengedit file seperti di atas, Anda juga dapat melakukan konfigurasi TCP/IP menggunakan command line. Ada dua perintah yang dapat Anda gunakan untuk konfigurasi TCP/IP. Pertama adalah ifconfig dan yang kedua route. Untuk inconfig, Anda dapat mengeksekusinya sebagai super user (sudo).
KONFIGURASI MELALUI SYSTEM ADMINISTRATION
Bila Anda ingin mengkonfigurasikan jaringan menggunakan GUI, Ubuntu juga sydah menyediakan berbagai perangkat yang siap pakai. Caranya adalah sebagai berikut: 1. Klik menu System > Administration > Network.
2.Dalam Network settings, klik tab Connections lalu pilih �Wired connection�. Klik kanan dan pilih Properties atau bisa langsung mengklik tombol Properties. Pilih konfigurasi dan tentukan IP Address atau pilih DHCP jika ingin jaringan otomatis disambungkan.
3. Jenis jaringan DHCP digunakan jika Anda ingin alamat IP otomatis diberikan oleh server DHCP; adapun static jika anda ingin memberikan alamat yang tepat untuk komputer Anda.
MENGAKTIFKAN/MEMATIKAN KONEKSI JARINGAN
Sering kali anda perlu untuk mengaktifkan atau mematikan piranti jaringan di komputerAnda dikarenakan sebab-sebab tertentu (contohnya ethernet bisa mengganggu beberapa tipe koneksi dial up GPRS atau CDMA).
Bila Anda juga ingin mengaktifkan koneksi network anda melalui konsole, Anda dapat menggunakan perintah:
sudo ifconfig eth0 up
Sementara untuk mematikan, Anda dapat mengeksekusi perintah:
sudo ifconfig eth0 down
Macam-macam Routing... Beserta Kelebihan dan Kekurangannya...
ROUTING STATIK DAN ROUTING DINAMIK
Anda tidak dapat membandingkan mana yang terbaik dalam memilih teknik routing, apakah routing statik atau routing dinamik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga dalam sebuah jaringan yang kompleks, kombinasi antara routing statik dan dinamik dapat digunakan. Pemilihan akan bergantung dari spesifikasi router, ukuran jaringan, topologi jaringan, kemampuan Administrator dalam mengkonfigurasi sampai dengan seberapa efisien teknik routing yang kita pilih.Begitu pula jika Anda akan menentukan jenis protokol routing yang akan digunakan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga tidak ada satu pun protokol routing yang mutlak Anda gunakan. Anda harus mempelajari karakteristik dari semua jenis protokol routing sehingga dapat mana yang cocok untuk digunakan. Dalam jaringan berskala besar, bisa saja digunakan beberapa protokol routing secara bersama-sama, bahkan tetap menggunakan routing statik.
Kelebihan dan Kekurangan Routing Statik
Sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan routing statik , berikut saya uraikan kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan routing statik dapat saya uraikan sebagai berikut :
Resource rendahRouting statik tidak memerlukan router dengan kapasitas CPU dan Memori yang besar. Ini dikarenakan routing static tidak menjalankan algorithma routing yang dimiliki oleh protokol routing. Router juga tidak perlu menguras resource dalam menyusun table routing karena entry route yang ada ditabel routing merupakan entry yang dimasukkan manual oleh Administrator jaringan.
Mudah dikonfigurasi
Untuk mengkonfigurasikan routing statik, hanya diperlukan pengetahuan tentang keberadaan remote network, gateway(next hop) dan jalur (path) yang dapat digunakan untuk mencapai remote network tersebut.Tidak diperlukan keahlian khusus untuk mengkonfigurasikan routing statik.
Untuk mengkonfigurasikan routing statik, hanya diperlukan pengetahuan tentang keberadaan remote network, gateway(next hop) dan jalur (path) yang dapat digunakan untuk mencapai remote network tersebut.Tidak diperlukan keahlian khusus untuk mengkonfigurasikan routing statik.
Lebih aman
Karena jalur (path) yang akan digunakan menuju remote network sudah ditentukan oleh Administrator jaringan, maka jalur perjalanan paket data akan tetap. Jalur yang digunakan juga akan mudah ditelusuri dan diketahui dengan pasti. Jalur perjalanan paket data tidak akan berubah selama Administrator jaringan tidak merubahnya. Jalur (path) yang tetap ni juga memungkinkan tidak terjadinya routing loop routing loop itu sendiri dapat mengakibatkan paket yang di kirimkan tidak pernah sampai ditujuan
Karena jalur (path) yang akan digunakan menuju remote network sudah ditentukan oleh Administrator jaringan, maka jalur perjalanan paket data akan tetap. Jalur yang digunakan juga akan mudah ditelusuri dan diketahui dengan pasti. Jalur perjalanan paket data tidak akan berubah selama Administrator jaringan tidak merubahnya. Jalur (path) yang tetap ni juga memungkinkan tidak terjadinya routing loop routing loop itu sendiri dapat mengakibatkan paket yang di kirimkan tidak pernah sampai ditujuan
Sedangkan Kekurangan Routing Statik adalah sebagai berikut :
Waktu konfigurasi lama
Administrator harus menentukan terlebih dahulu jalur ( path) yang akan digunakan, kemudian memasukan path tersebut satu persatu ke dalam table routing sebagai entry routing. Pekerjaan konfigurasi seperti ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk jaringan yang berskala besar.
Administrator harus menentukan terlebih dahulu jalur ( path) yang akan digunakan, kemudian memasukan path tersebut satu persatu ke dalam table routing sebagai entry routing. Pekerjaan konfigurasi seperti ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk jaringan yang berskala besar.
Maintenance yang lama
Jika terjadi perubahaan dalam topologi jaringan atau pengalamatan jaringan, maka dibutuhkan perubahaan konfigurasi juga pada setiap router. Begitu pula jika terdapat entry route yang tidak dapat digunakan lagi, maka Administrator harus membuat entry route baru untuk menggantikannya. Ini jelas membutuhkan waktu yang lama, karena Administrator harus menyusun kembali entry router yang baru disetiap router.
Jika terjadi perubahaan dalam topologi jaringan atau pengalamatan jaringan, maka dibutuhkan perubahaan konfigurasi juga pada setiap router. Begitu pula jika terdapat entry route yang tidak dapat digunakan lagi, maka Administrator harus membuat entry route baru untuk menggantikannya. Ini jelas membutuhkan waktu yang lama, karena Administrator harus menyusun kembali entry router yang baru disetiap router.
Dapat terjadi kesalahan konfigurasi
Karena di konfigurasi secara manual oleh Administrator, maka ada kemungkinan Administrator salah dalam membuat entry route. Terutama untuk jaringan yang memiliki banyak router dan terdapat beberapa jalur(path) untuk menuju sebuah remote network.
Karena di konfigurasi secara manual oleh Administrator, maka ada kemungkinan Administrator salah dalam membuat entry route. Terutama untuk jaringan yang memiliki banyak router dan terdapat beberapa jalur(path) untuk menuju sebuah remote network.
Tidak cocok untuk jaringan berskala besar
Untuk jaringan skala besar, penggunaan routing statik tidak mudah lagi dan juga tidak efisien. Karena proses untuk mengisikan entry route secara manual akan sangat rumit dan membutuhkan perencanaan yang tepat. Begitu juga bagi jaringan yang selalu berkembang atau bertambah ukurannya, karena setiap terjadi menambahan jaringan, maka dibutuhkan konfigurasi ulang pada setiap router.
Untuk jaringan skala besar, penggunaan routing statik tidak mudah lagi dan juga tidak efisien. Karena proses untuk mengisikan entry route secara manual akan sangat rumit dan membutuhkan perencanaan yang tepat. Begitu juga bagi jaringan yang selalu berkembang atau bertambah ukurannya, karena setiap terjadi menambahan jaringan, maka dibutuhkan konfigurasi ulang pada setiap router.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ROUTING DINAMIK
Jika anda akan menerapkan routing dinamik, maka anda pasti akan menggunakan protokol routing. Dengan menggunakan protokol routing maka Keuntungan yang anda dapatkan adalah sebagai berikut :
Waktu konfigurasi lebih cepat
Untuk mengkonfigurasikan protokol routing pada router relative tidak membutuhkan waktu yang lama. Anda cukup mengkonfigurasikan IP Address pada setiap interface, kemudian mengaktifkan protokol routing dan kemudian mengenalkan (meng-advertise) jaringan yang terhubung langsung dengan router tersebut.
Untuk mengkonfigurasikan protokol routing pada router relative tidak membutuhkan waktu yang lama. Anda cukup mengkonfigurasikan IP Address pada setiap interface, kemudian mengaktifkan protokol routing dan kemudian mengenalkan (meng-advertise) jaringan yang terhubung langsung dengan router tersebut.
Dapat langsung beradaptasi pada perubahaan jaringan
Karena menggunakan protokol routing yang secara dinamik memeriksa kondisi jaringan, maka perubahaan jaringan akan dapat di ketahui dengan cepat oleh router-router. Setelah mengetahui perubahaan tersebut, router-router akan kembali memperbaiki table routingnya.
Karena menggunakan protokol routing yang secara dinamik memeriksa kondisi jaringan, maka perubahaan jaringan akan dapat di ketahui dengan cepat oleh router-router. Setelah mengetahui perubahaan tersebut, router-router akan kembali memperbaiki table routingnya.
Kemungkinan kesalahan konfigurasi kecil
Karena konfigurasi yang dilakukan tidak dengan menentukan secara manual setiap entry route, maka kemungkinan kesalahan penentuan jalur(path) jauh lebih kecil. Kesalahan entry route hanya akan diakibatkan oleh kesalahan router dalam membaca informasi routing dari router lain.
Karena konfigurasi yang dilakukan tidak dengan menentukan secara manual setiap entry route, maka kemungkinan kesalahan penentuan jalur(path) jauh lebih kecil. Kesalahan entry route hanya akan diakibatkan oleh kesalahan router dalam membaca informasi routing dari router lain.
Mendukung untuk jaringan besar
Protokol router dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahaan jaringan. Sehingga untuk jaringan yang berskala besar akan sangat efisien. Begitu juga bagi jaringan yang selalu berkembang. Jika ada penambahan jaringan baru. Protokol routing dapat dengan cepat mengetahuinya.
Protokol router dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahaan jaringan. Sehingga untuk jaringan yang berskala besar akan sangat efisien. Begitu juga bagi jaringan yang selalu berkembang. Jika ada penambahan jaringan baru. Protokol routing dapat dengan cepat mengetahuinya.
Namun penggunaan protokol routing juga memiliki beberapaKekurangan yaitu :
Membutuhkan resource yang besar
Protokol routing akan menjalankan algoritma routing, membuat database jaringan sampai dengan urusan kirim-mengirim pesan informasi routing (update routing). Kesemuanya itu membutuhkan CPU dan memori yang lebih besar dibandingkan jika hanya menjalankan routing statik.
Protokol routing akan menjalankan algoritma routing, membuat database jaringan sampai dengan urusan kirim-mengirim pesan informasi routing (update routing). Kesemuanya itu membutuhkan CPU dan memori yang lebih besar dibandingkan jika hanya menjalankan routing statik.
Membutuhkan kemampuan yang lebih dari Administrator
Beberapa protokol routing memang tidak terlalu rumit untuk dikonfigurasikan. Namun ada juga protokol routing tertentu yang penerapannya membutuhkan Administrator dengan pengetahuan yang lebih tentang konsep, konfigurasi, pengujian dan troubleshoot routing.
Beberapa protokol routing memang tidak terlalu rumit untuk dikonfigurasikan. Namun ada juga protokol routing tertentu yang penerapannya membutuhkan Administrator dengan pengetahuan yang lebih tentang konsep, konfigurasi, pengujian dan troubleshoot routing.
Relatif kurang aman
Dikatakan kurang aman, karena router akan menentukan sendiri entry route yang akan digunakan. Ini bisa mengakibatkan salah penentuan jalur (path) oleh router-router yang akan mengakibatkan terjadinya routing loop. Selain itu pertukaran informasi routing dapat dikacaukan oleh pihak-pihak yang tidak tertanggung jawab. Ini akan mengakibatkan terjadinya entry route palsu dalam jaringan.
Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing maka anda diharapkan dapat dengan tepat menentukan kapan akan menggunakan routing statik dan kapan anda menggunakan protokol routing (routing dinamik).
Pengertian dan Fungsi Komputer Server...
Komputer Server, yah mungkin Anda pernah mendengar istilah tersebut. Anda pasti bertanya-tanya apa sih pengertian serta fungsi komputer server tersebut. Komputer Server adalah sebuah komputer yang menyediakan pelayanan atau service tertentu yang berjalan di jaringan, baik jaringan internet ataupun intranet. Komputer server pada umumnya online atau beroperasi selama 24 jam nonstop. Hal inilah yang membuat specs komputer server berbeda dengan komputer biasanya. Karena online selama 24 jam nonstop dan harus melayani komputer Clientmaka specs komputer Server harus lebih bagus daripada komputer biasanya.
Selain itu komputer server juga harus memiliki sistem operasi yang khusus didesain untukserver yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Beberapa contoh sistem operasi untuk komputer server adalah :
1. Microsoft Windows Server 2008
2. Sun Solaris
3. UNIX
4. Linux Redhat
5. dan sebagainya.
Beberapa fungsi komputer server adalah sebagai berikut ini :
- Aplication Server, .server ini berfungsi sebagai media penyimpanan aplikasi-aplikasi yang nantinya akan di akses dari komputer client. Misalnya aplikasi transaksi jual beli dan aplikasi lainnya yang jalan di intranet atau internet.
- Proxy Server, biasanya digunakan untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proxy. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer klien ke Internet.
- Database Server, berfungsi untuk menyimpan data-data. Ada beberapa orang meletakkan data terpisah dari server aplikasinya, biasanya terinstal semacam Databasemanagement system, seperti oracle, MS SQL Server, MySQL dan sebagainya.
- Game Server, server yang berfungsi menyediakan game online, sehingga kita bisa bermain di jaringan
- Printer Server, berfungsi mengatur printer yang berjalan pada sebuah jaringan.
- Web Server, menyediakan konten statis ke web browser dengan memuat file dari disk dan mentransfer melalui jaringan ke web browser pengguna.
- Dan lain sebagainya.
SUBNETTNG Pada Jaringan Komputer
Untuk berkomunikasi dengan host lain didalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.
Gambar Contoh Penggunaan IP Address
Berikut adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :
Kelas A :

Kelas B:

Kelas C:

Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :

Subnetting :
Mengapa dilakukan subnetting ?
1. Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/
memperkecil broadcast domain)
2. Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan
3. Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan,
mengidentifikasikan permasalahan)
4. Penghematan alamat IP
Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat
IP danme-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet.
Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak
jumkah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host
bit.
Contoh Subneting
Misalkan tersedia network address 192.168.1.0 / 24 ? � berarti kelas C �. (Lihat
tabel di atas) Misal kita membutuhkan 6 kelompok jaringan/network, maka yang kita
lakukan adalah membagi alamat tersebut menjadi 6 subnet. Maka rumus yang
digunakan adalah 2^n >= jumlah subnet. Variabel n menunjukkan jumlah bit yang
dipinjam dari bit-bit host untuk dijadikan bit subnet.
Perhitungan:
2^n >= 6 => 2^3 >= 6 ,sehingga n = 3
Perhitungan dengan metode binary :
- subnet mask default (dlm biner) : 11111111.11111111.11111111.00000000
- tambahkan 3 bit 1 di ruas paling belakang :
11111111.11111111.11111111.11100000
- konversi subnet tsb ke desimal : 255.255.255. 224
(Berarti subnet mask addressnya adalah 255.255.255.224 untuk mendapatkan 6
subnet)
Sekarang untuk mengetahui jumlah IP yang dapat dipakai untuk tiap host di tiap
subnet, lakukan operasi berikut :
256 jumlah rentang dari 0 � 255
224 - nilai ruas terakhir dari subnet yang baru
32 digunakan sebagai range buat subnetnya
Hasil 32 menunjukkan IP yang dapat dipakai untuk tiap subnet mask yang baru.
Berikut ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 224
:
Subnet Mask CIDR Subnet Mask CIDR
255.128.0.0 /9 255.255.240.0 /20
255.192.0.0 /10 255.255.248.0 /21
255.224.0.0 /11 255.255.252.0 /22
255.240.0.0 /12 255.255.254.0 /23
255.248.0.0 /13 255.255.255.0 /24
255.252.0.0 /14 255.255.255.128 /25
255.254.0.0 /15 255.255.255.192 /26
255.255.0.0 /16 255.255.255.224 /27
255.255.128.0 /17 255.255.255.240 /28
255.255.192.0 /18 255.255.255.248 /29
255.255.224.0 /19 255.255.255.252 /30
Subnet ke 0 : 192.168.1.0 � 192.168. 1. 31
Subnet ke 1 : 192.168.1.32 - 192.168.1. 63
Subnet ke 2 : 192.168.1.64 - 192.168.1. 95
Subnet ke 3 : 192.168.1.96 - 192.168.1.127
������.
Subnet ke 7 : 192.168.1.224 � 192.168.1.255
Contoh menghitung broadcast address
Coba hitung broadcast address dan network address untuk IP 192.168.1.4 /29
Jawab : /29 berarti netmask = 255.255.255.248
IP Adress : 192.168.1.4 11000000.10101000.00000001.00000100
netmask : 255.255.255.248 11111111.11111111.11111111.11111000
Network Addr: 192.168.1.0 11000000.10101000.00000001.00000000
(AND)
Broadcast Addr: 192.168.1.7 11000000.10101000.00000001.00000111
(invers)
CIDR ( Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP
Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ),
namun sebelum membahas VLSM perlu direview terlebih dahulu subnetting
menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep perhitungan IP
Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR),
metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagai
network prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang
digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan
pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif.
Menggunakan metode CIDR kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak
berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan metode CIDR
berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan :
Subnet Mask | CIDR | Subnet Mask | CIDR |
255.128.0.0 | /9 | 255.255.240.0 | /20 |
255.192.0.0 | /10 | 255.255.248.0 | /21 |
255.224.0.0 | /11 | 255.255.252.0 | /22 |
255.240.0.0 | /12 | 255.255.254.0 | /23 |
255.248.0.0 | /13 | 255.255.255.0 | /24 |
255.252.0.0 | /14 | 255.255.255.128 | /25 |
255.254.0.0 | /15 | 255.255.255.192 | /26 |
255.255.0.0 | /16 | 255.255.255.224 | /27 |
255.255.128.0 | /17 | 255.255.255.240 | /28 |
255.255.192.0 | /18 | 255.255.255.248 | /29 |
255.255.224.0 | /19 | 255.255.255.252 | /30 |
Catatan penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :
- untuk IP Address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat
terakhir karena pada IP Address kelas C subnet mask default-nya adalah
255.255.255.0
- untuk IP Address kelas B yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 2
oktat terakhir karena pada IP Address kelas B subnet mask default-nya
adalah 255.255.0.0
- untuk IP Address kelas A yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 3
oktat terakhir karena IP Address kelas A subnet mask default-nya adalah
255.0.0.0
VLSM ( Variable Length Subnet Mask )
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda
dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika
menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask
saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok,
pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address
yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan
IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan
koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya
mengenal IP Address berkelas.
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi
kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi
kekerungan IP Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh
lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi
pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet
hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 � 7 Network ID (IP Public).
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat
berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat
memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa
informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol :
RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP
1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung
metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Tahapan
perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan
CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :
130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka
Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst � sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20
Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
- Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil
perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
- Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini
kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak
menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24, dst..sampai ke 16
- Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu
130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun
oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
- sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27, dst
IPv6 Addresses (TAMBAHAN)
IPv6 adalah format IP dengan panjang 128 bit dan umumnya ditulis sebagai 8
bilangan 16 bit hexadecimal.Memiliki jumlah alamat IP = 2128 (sekitar 3.4x 1038).
Bandingkan dengan IPv4 dengan format hanya 32 bit yang berarti memiliki jumlah IP
= 232 (sekitar 4.3x109).
Format penulisannya adalah dengan hexadecimal yang masing-masing 16 bit
dengan dipisahkan dengan tanda titik dua (:) Representasi alamat pada IPv6 ada
beberapa macam
- Model x: x: x: x: x: x: x: x
X adalah nilai berupa hexadecimal 16 bit dari porsi alamat. Karena terdapat 8 buah
�x�,
jumlah total = 816 = 128 bit.
Contohnya : FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210
-Jika format pengalamatan IP mengandung kumpulan group 16 bit bernilai �0�, maka
direpresentasikan dengan �::�.
Contohnya : 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210 dapat direpresentasikan menjadi
3FFE::FE56:3210
-Model x: x: x: x: x: d: d: d
d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya : 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3
direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3
Langganan:
Postingan (Atom)
di kunjungi tiap hari
facebook coment
kotak pesan..
chating mini abishare21

