Sabtu, 26 Januari 2013

Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi dan bahan makanan

Penyebab kurang gizi pada anak

Setelah mengetahui tanda-tanda kurang gizi pada anak di artikel yang lalu, kini kita akan mengenali pula faktor yang menyebabkan anak kurang gizi. Kurang gizi pada anak tidak selalu semata karena kita tidak memberikan asupan gizi yang cukup sesuai dengan tumbuh kembang anak, namun juga ada beberapa faktor lain yang luput kita perhatikan namun memiliki pengaruh yang besar terhadap kekurangan gizi pada anak. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut. penyebab kurang gizi pada anak

Jarak usia antara anak yang terlalu dekat

Selain karena asupan gizi yang kurang memenuhi standar sesuai dengan tumbuh kembang anak, ada faktor lain yakni jarak kakak dan adik yang terlalu dekat yaitu hanya satu tahun saja. Kedekatan ini menyebabkan perhatian si ibu terhadap kakak tersita akibat adanya si adik. Sehingga hal ini membuat kecenderungan si kakak menjadi anak yang terabaikan. Termasuk masalah asupan gizi, terutama asi. Pada saat seharusnya sang kakak belum berhenti meminum ASI, namun dipaksa berhenti karena kehadiran sang adik. Padahal ASI sangat penting sebagai penunjang gizi untuk pertumbuhan anak kedepannya.

Infeksi atau tertular penyakit

Faktor lain yang menyebabkan anak kekurangan gizi adalah adanya infeksi dan penyakit yang ditularkan. Anak-anak biasanya mudah tertular penyakit serta sering mengalami infeksi yang umumnya dikarenakan kegiatannya yang sangat aktif dan di tempat yang sembarangan. Meskipun makanan yang anda berikan bergizi, namun jika anak anda tertular penyakit, maka bisa saja anak anda menjadi kurang gizi.

Kebersihan lingkungan yang tidak terjaga

Lingkungan yang kurang bersih berpengaruh terhadap kekurangan gizi pada anak. Lingkungan yang kotor identik dengan keadaan yang tidak sehat seperti sampah berserakan, peralatan makan dan mainan yang terkontaminasi. Anak akan mudah sakit-sakitan jika berada dalam lingkungan yang kotor. Anak yang sakit susah untuk berkembang dan mendapatkan cukup gizi, meskipun asupan makanannya sudah baik.

Cacingan pada anak-anak

Penyebab lain kurangnya gizi adalah cacingan. Cacingan adalah adanya cacing parasit yang tumbuh dan berkembang di dalam tubuh anak. Jika anak anda sudah makan banyak namun berat badannya tidak naik atau justru berkurang, lebih baik anda coba memberikan obat cacing padanya. Anak-anak yang suka main diluar, memiliki resiko terkena cacingan lebih besar. Namun bukan berarti anda harus melarang anak anda bermain diluar karena hal tesebut bisa mengganggu tumbuh kembangnya.

Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi dan bahan makanan

Seorang ibu harus bisa memberikan asupan makanan yang cukup bergizi pada anak. Pengetahuan ibu tentang kandungan bahan makanan dan cara mengolah makanan yang benar menentukan apakah anaknya kurang gizi atau tidak. Banyak ibu yang menganggap bahwa makanan yang bergizi itu harus mahal. Padahal tidak demikian, banyak makanan yang bergizi bisa didapat dengan harga murah seperti tempe dan tahu. Oleh karena itu terkadang anak yang kurang gizi bukan karena orang tua tidak mampu menyediakan makanan bergizi, namun juga lebih pada karena ketidaktahuan orang tua tentang bahan makanan dan kandungannnya.
Seringnya lagi orang tua hanya menuruti apa yang anak ingin makan, padahal belum tentu itu baik bagi kesehatannya dan belum tentu pula gizinya cukup. Kombinasikan bahan makanan bergizi secara variatif setiap hari supaya anak tidak bosan dan tetap mau makan. Orang tua juga harus bisa memberikan pengertian dengan cara yang cerdas kepada anak tentang pentingnya makanan yang mengandung gizi bagi perkembangan mereka. Dengan begitu anak-anak dengan senang hati memakan makanan yang bergizi. (abi)

di kunjungi tiap hari